Kota Kecil India Dikepung Bandara Hantu

Kota Kecil India Dikepung Bandara Hantu

Habiskan uang US$ 17 juta selama 2,5 tahun, bandara di Jaisalmer, sebuah kota terpencil di bagian barat negara bagian Rajashthan, tetap tidak menunjukkan aktivitas layaknya bandara di kota kecil.

Tidak satu pun penumpang pernah melewati pintu gerbang bandara yang cukup besar untuk menangani lebih dari 300 ribu wisatawan setahun. Bandara ini sendiri mampu menampung sekitar tiga pesawat dengan daya angkut 180 penumpang.

Sejak 2009, India telah menghabiskan lebih dari US$ 50 juta untuk membangun delapan bandara namun tidak satu pun yang berfungsi. Tak pelak, kondisi ini menjadi peringatan bagi Perdana Menteri Narendra Modi dalam upayanya mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, bandara-bandara besar di India yang penuh sesak telah memperlambat kemampuan maskapai negara itu untuk memperluas jangkauan di mana mereka harus mendukung pertumbuhan ekonomi.

" Mereka (pemerintah) perlu menyadari itu bukan kasus 'membangun bandara dan kami akan datang'," kata Sanjiv Kapoor, CEO maskapai SpiceJet seperti dikutip laman Arabnews, Minggu, 22 Agustus 2015. Penerbangan swasta tahun lalu berhenti terbang ke bandara baru di kota Mysore di India selatan karena kurangnya permintaan.

Terminal-terminal 'bandara hantu' di India dibangun sebagian besar oleh pemerintah sebelumnya, yang berencana membangun sebanyak 200 bandara baru. Kala itu dorongan begitu kuat seiring meningkatnya perjalanan udara dan kebutuhan menghubungkan daerah terpencil.

Tapi kosongnya meja check-in dan ruang bagasi menjadi bukti kebijakan berisiko Modi yang hanya menguntungkan pengusaha lokal bermodal besar dan hanya membangun tanpa disertai strategi yang terpadu.

" The AAI (Otorita Bandara India) telah berinvestasi di beberapa bandara tanpa logika ekonomi," kata Kapil Kaul, kepala eksekutif di konsultan penerbangan Center for Aviation (CAPA) yang berbasis di Delhi.

Menurut data resmi, lebih dari setengah dari 100 bandara domestik yang dioperasikan oleh AAI tidak memiliki jadwal penerbangan tahun ini. Meskipun beberapa bandara yang lebih tua usianya dirancang terutama untuk pesawat carteran.

Pembangunan bandara yang terburu-buru membuat bandara besar India, yang mencakup empat perlima dari lalu lintas udara negara itu, menjadi jenuh. Pertumbuhan jumlah penumpang di India 20 persen per tahun, menjadi 38,8 juta penumpang pada semester pertama tahun 2015.

Rencana pembangunan hub kedua di ibukota keuangan Mumbai sudah tertunda bertahun-tahun sementara pemerintah saat ini tengah berjuang untuk memprivatisasi empat bandara besar untuk mendanai ekspansi mereka.