Menyeramkan, 5 Desa Paling Angker Di Seluruh dunia

Menyeramkan, 5 Desa Paling Angker Di Seluruh dunia

kadang-kadang sejarah datang kembali untuk menghantui para penghuninya. Apalagi ketika di masa lalu, ada sebuah peristiwa yang melibatkan arwah-arwah gentayangan. Apakah para arwah bergentayangan itu mengganggu manusia yang masih hidup? Apakah desa itu masih berpenghuni?Bagaimana sebuah peristiwa mampu memberikan kesan mistis di desa-desa itu? Berikut Desa Paling angker di seluruh dunia.

Bramshott Inggris

Jika ditanyakan tentang desa-desa berhantu di Inggris, kebanyakan orang akan menunjuk ke Pluckley. Padahal sekitar 90 menit dari Pluckley, terdapat desa Bramshott di Hampshire, yang berdiri sejak bahkan sebelum 1086.

Pada 1700-an, ada penginapan Seven Thorns di desa itu dan banyak kejahatan terjadi di sana, termasuk pembunuhan. Bersamaan dengan segala kejahatan kekerasan itu, penampakan-penampakan paranormal bermunculan bahkan hingga sekarang. Diperkirakan ada 17 hantu yang gentayangan di Bramshott, termasuk Mistress Butler yang berkeliaran di tepi sungai tempatnya tenggelam bunuh diri pada 1745.

Kuldhara, India

Kuldhara di India dulunya dihuni oleh kaum Brahma Paliwal hingga mereka mendadak meninggalkan desa pada 1825. Menurut kisah yang beredar, seorang diwan jatuh cinta kepada putri kepala desa dan mengancam kaum Brahma Paliwal dengan pajak yang tinggi jikga tidak menyerahkan gadis itu kepadanya. Suatu malam, ia raib dan melontarkan kutukan, yaitu agar semua orang yang mencoba tinggal di desa itu akan kehilangan nyawanya.

Kuldhara tetap terbengkalai hingga sekarang kecuali bagi kunjungan wisatawan dan para penyidik paranormal. Para penyidik telah melaporkan melihat beberapa penampakan yang tak dapat dijelaskan oleh nalar, atau bahkan disentuh bahunya oleh sesuatu yang tak terlihat ketika berkunjung ke sana. Yang paling menyeramkan adalah adanya jejak-jejak tangan di kendaraan setelah mereka usai melakukan penyidikan.

Nayavutoka, Fiji

Badai tropis Winston merusak desa nayavutoka, provinsi Ra, Fiji. Gelombang pasang karena siklon itu telah menghancurkan banyak rumah dan menewaskan banyak penduduk sekitarnya. Salah satu korban meninggal dunia adalah pauliasi Naiova, seorang prtia cacat berusia 32 tahun jasadnya ditemukanb di antara reruntuhan sehari sesudahnya dan dikuburkan hari itu.

Osea Balesavu, orang yang merawat Pauliasi, terbangun beberapa malam sesudah pemakaman karena anjing-anjing desa menggonggong tak henti-henti. Pauli berdiri di hadapannya sambil menggumam “kakana” yang berarti makanan.

Balesavu juga mengaku bahwa anjing-anjing juga menggonggong di pinggir ranjang Pauliasi pada malam berikutnya. Seminggu sesudah itu, sekelompok pemuda berlarian dari rumah perlindungan mereka dengan ketakutan. Mereka menceritakan kepada kepala desa bahwa mereka melihat Pauliasi berlarian terhuyung-huyung di sekitar tempat itu sambil meminta kakana.

Prince Albert, Afrika Selatan

Sebuah desa mungil bernama Prince Albert terletak di Karoo, Afrika Selatan dan bertarikh hingga 1762. Ada beberapa hantu yang bercokol di sana, tapi mereka semua cukup ramah.

Pihak desa menawarkan wisata jalan-jalan untuk memperkenalkan para tamu kepada seorang pengantin wanita yang meninggal dunia pada malam sebelum pernikahannya. Ia sekarang gentayangan di museum setempat tapi disebut-sebut bersikap baik walaupun meninggal secara tragis.

Ada juga seorang remaja wanita dalam pakaian tidurnya yang meloncat-loncat di atas sebuah ranjang dalam Mearns House, yang dulunya merupakan tempat tinggal Dr. Mearns. Ada juga seorang pria tua yang bergentayangan di tangga sebuah rumah dan melambaikan tangan kepada para wanita yang lewat.

Belchite, Spanyol

Pasokan air ke desa itu ditutup dan ribuan orang kelaparan hingga meninggal dunia atau terkena peluru meriam yang ditembakan dari pegunungan sekelilingnya. Jasad-jasad dibakar di alun-alun dan sebagian warga bersembunyi dalam tempat penggilingan zaitun di bawah tanah.

Sekarang ini, kadang-kadang terdengar suara isak tangis anak kecil saat senja, dan terdengar seperti melolong di jalan-jalan terbengkalai desa. Anak itu menangis memanggil ibunya. Anak dan ibu itu sama-sama meninggal saat perang.

Pada malam hari, para petani di sekitar desa mendengar sejumlah suara dan obrolan lain yang tak dapat dijelaskan. Tempat itu sekarang menjadi lokasi pembuatan film, walaupun ada penampakan-penampakan.