Urban Legend ataupun Legenda yang menyeramkan banyak sekali disebarkan oleh individu yang tidak diketahui di dunia ini. Banyak sekali Urban Legend yang cukup seram dan masih misterius. "Don't go after the dark or you'll never come back home" Penggalan kata ini cukup menyeramkan baik diluar negeri ataupn di Indonesia yang menyebutkan jangan keluar pada malam hari atau kamu tidak akan kembali ke rumah lagi. Sebenarnya tujuan dari penggalan kata ini untuk menakuti anak-anak supaya tetap diam dirumah dan tidak diculik ataupun diserang binatang buas pada malam hari.

Namun Penggalan kata yang disampaikan umumnya oleh orang tua ini, terkadang terjadi kepada anak-anak yang bermain sampai larut malam. Menurut Legenda, anak-anak tersebut diajak bermain Marcopolo ataupun petak umpet oleh sesuatu yang tak kasat mata, dan tidak pernah kembali lagi ke rumah. Di Indonesia sendiri, terdapat kasus hilangnya anak-anak yang bermain sampai larut malam, dan ini katanya disebabkan oleh Wewe Gombel.

The Fifth

Pada suatu hari di jaman dahulu, terdapat sebuah pesawat yang jatuh di pengunungan bersalju. Dari peristiwa tersebut, terdapat Lima orang yang selamat. Empat orang tersebut mengalami luka ringan dan seorang lainnya mengalami kondisi kritis. Namun belum sempat mendapatkan bantuan, orang yang keadaannya kritis ini akhirnya meninggal.

Menurut Kabarnya lima orang yang selamat ini merupakan kerabat dekat, dan duduk dibagian ekor pesawat sehingga mereka selamat. Karena solidaritas yang tinggi, keempat orang lainnya akhirnya membawa jenazah sahabat mereka yang meninggal untuk dikuburkan secara layak.

Namun karena luka dari benturan pesawat dan kondisi medan bersalju yang cukup berat. Keempat orang ini mengalami kesulitan untuk membawa jenazah sahabat mereka keluar dari pegunungan tersebut. Akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat dalam sebuah pondok yang gelap di tengah pegunungan. Dan diam disana bersama jenazah temannya yang sudah meninggal sambil menunggu bantuan yang datang.

Urban Legend Menyeramkan

Kondisi pegunungan yang dingin membuat mereka harus memikirkan cara bertahan hidup agar suhu tubuh mereka tetap terjaga. Keempat orang itu juga memutuskan untuk memainkan sebuah permainan agar tubuh mereka tetap hangat.

Permainan ini dimainkan dengan 4 orang berada pada setiap penjuru pondok dan dimulai dengan 1 orang berlari ke penjuru lainnya untuk menepuk pundak temannya, dan seterusnya. Jadi keempat orang ini akan berlari memutari keempat pojok pondok ini. Sambil menepuk pundak yang lain untuk menjaga suhu tubuh mereka tetap hangat.

Permainan ini pun mereka lakukan sampai pagi hari, dan akhirnya mereka selamat ketika banuan datang pada pagi hari. Namun salah satu dari mereka merasakan keanehan ketika mereka bermain. Orang yang pertama berlari (Si A) pun bertanya kepada orang terakhir yang ditepuk (Si D), "Apakah kamu berlari kembali ke pojok pertama dan berlari kembali ke pojok kedua untuk menepuk aku?".

Namun orang terakhir ini berkata "Aku hanya berlari ke pojok pertama, dan menepuk orang yang berada disana. Tapi aku tidak dapat melihat dengan jelas siapa yang berada disana karena kelelahan." Kemudian Orang pertama ini berkata "Permainan ini tidak bisa dimainkan hanya berempat. Apabila kamu tidak lari sebanyak 2 kali ke pojok pertama kemudian berlari ke pojok kedua untuk menepuk aku. Karena aku meninggalkan pojok pertama, dan pada putaran pertama disana tidak ada orang sama sekali." Perasaan merinding pun meliputi mereka dan mereka kembali melihat kearah jenazah temannya yang berada di dalam pondok. Kemungkinan temannya ingin bermain untuk terakhir kalinya dengan mereka sebelum pergi dari dunia ini.
the fifth

the fifth

Legenda Rangda Legenda Rangda

Legenda Rangda Bali. Berdasarkan Mitologi Rakyat Bali, Rangda merupakan ratu dari para leak. Leak merupakan penyihir jahat yang ada dalam Mitologi Rakyat Bali. Randa merupakan makhluk menakukatkan yang diceritakan sering menculik dan memakan anak kecil, serta memimpin pasukan nenek sihir jahat melawan Barong yang merupakan simbol kekuatan baik.

Legenda Rangda berasal dari Bahasa Jawa Kuno di Bali yaitu kata Randa yang berarti Janda. Rangda berasal dari sebutan janda dari golongan Tri Wangsa yaitu : Waisya, Ksatria, dan Brahmana. Sedangkan dari golongan Sudra, janda disebut Balu. Sebutan Rangda yang berarti janda inipun semakin lama semakin jarang terdengar, karena dikhawatirkan menimbulkan kesan yang tidak enak, mengingat wujud rangda yang Seram dan menakutkan, serta identik dengan orang yang mempunyai ilmu pengiwa (penyihir).

Dalam Legenda Rangda di Bali, diduga Rangda berasal dari ratu Mahendradatta yang hidup di pulau Jawa pada abad ke 11. Ia diasingkan oleh raja Dharmodayana karena dituduh melakukan perbuatan sihir terhadap permaisuri kedua kerajaan tersebut. Menurut Legendanya Ratu Mahendratta membalas dendam dengan membunuh setengah isi kerajaan tersebut yang kemudian menduduki kerajaan tersebut dengan putra dari Dharmoyana yaitu Erlangga.

Legenda Rangda Bali

Legenda Rangda merupakan sosok penting bagi mitologi Bali. Pertempuran melawan Barong atau melawan Erlangga sering sekali ditampilkan dalam Seni Tari Bali yang disebut Sendratari. Sendratari merupakan warisan penting dalam tradisi Bali dan sangat populer dikalangan masyarakat Bali.

Dalam Legendanya Rangda digambarkan sebagai seorang wanita dengan rambut panjang acak-acakan dan memiliki kuku yang panjang, serta lidah yang menjulur panjang, Payudara yang panjang, wajah yang menakutkan dan memiliki taring yang panjang dan Tajam.

Ada beberapa jenis Rangda, namun jenis-jenis Rangda yang berkembang di Bali ini sangat sulit diidentifikasi, karena wujud dan rupa Rangda yang hampir sama. Berikut beberapa jenis Rangda dilihat dari bentuk mukanya :

  1. Nyinga : Bentuk muka Rangda ini menyerupai Singa dan memiliki wajah sedikit menonjol ke depan . Sifat Rangda ini adalah Galak dan Buas
  2. Nyeleme : Bentuk muka Rangda ini menyerupai wajah manusia dan sedikit melebar. Sifat Rangda ini adalah Berwibawa namun angker
  3. Raksasa : Bentuk Muka Rangda ini menyerupai wujud Raksasa pada umumnya. Rangda ini umumnya menyeramkan

Baca Juga Legenda Hantu Indonesia Lainnya :

  1. Legenda Kuntilanak
  2. Legenda Sundel Bolong
  3. Legenda Tuyul
  4. Legenda Pocong