Dilarang Mengenakan Pakaian Berwarna Hijau Di Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Kisah kecemburuan yang terjadi di keluarga Kerajaan Mataram pada abad ke-16 telah memakan korban seorang ratu yang mengorbankan dirinya ke laut lepas. Legenda tragis tersebut sampai saat ini masih hidup.

Sekitar 5 jam perjalanan dari Jakarta, tepatnya di kawasan Sukabumi bagian selatan terdapat kawasan pesisir bernama Pelabuhan Ratu. Yang terkenal akan pasirnya yang putih serta ombak besar yang cukup menantang, khususnya bagi para surfer.

Tapi Anda jangan sampai terlena oleh keindahan lautnya, karena tak sedikit wisatawan yang tewas ditelan ombak ketika liburan di sini. Sebagian besar korban adalah laki-laki, dan kabarnya mereka semua mengenakan pakaian yang ada unsur warna hijau ketika sedang berenang. Oleh sebab itulah beredar kabar bahwa sang Ratu Pantai Selatan, Nyi Roro Kidul murka dan menarik mereka ke laut karena mengenakan warna kesukaannya. Sehiingga jika ingin berwisata ke sana Dilarang Mengenakan Pakaian Berwarna Hijau.

Kisah Nyi Roro Kidul

Tak seperti kebanyakan legenda di Indonesia yang hanya dianggap sebagai dongeng pengantar tidur. Kisah Nyi Roro Kidul diyakini keberadaannya oleh banyak orang, tak terkecuali oleh Presiden Soekarno.

Bahkan, kamar nomor 308 di Samudera Beach Hotel sengaja disediakan untuk sang ratu. Kamar yang didesain sangat apik dengan dominasi warna hijau dan emas (warna favorit sang ratu) tersebut diberi wewangian melati dan kemenyan dan kerap digunakan sebagai tempat semedi.

Bulan Maret 2018 pekan lalu, seorang wanita asal Jakarta yang mengunjungi tempat tersebut. Namun ia mengunap di salah satu hotel yang terdekat dengan Pelabuhan Ratu. Saat itu, ia sedang baju berwarna Hijau, tidak lama kemudian ia bermian di air. Ada beberapa gelombang ombak yang membawak ia pergi ke dasar laut.

Dan ia juga sempat menemui kerajaan yang milik Ratu Nyi Roro Kidul yang dikenal dengan ratu pantai selatan. Wanita tersebut seperti terbawak mimpi tetapi kejadian itu nyata. Selang beberapa jam orang tuanya mencari dan akhirnya ia ditetemukan disalah satu kamar hotel terdekat pelabuhan itu yang bernomor 308.

Pelabuhan Ratu

Cara ke Sana: Dari Jakarta, lewat Tol Jagorawi keluar di gerbang tol Ciawi. Lurus terus hingga arah Cibadak, setelah melewati Pasar Cibadak belok kanan dan ikuti terus jalan sampai tiba di Pelabuhan Ratu.

Negeri Mayat Hidup Di  Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Tana Toraja yang namanya mayat hidup benar-benar ada dan menjadi bagian dari ritual upacara adat. Sebagai salah satu budaya dengan ritual pemakaman tertua di dunia, bagi masyarakat Toraja kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan. Malahan mereka merayakannya dengan mengadakan prosesi pemakaman secara megah dan besar-besaran.

Tak jarang mereka rela menabung hingga bertahun-tahun agar bisa “merayakan” kematian kerabat mereka. Dan selama bertahun-tahun itu pula, jenazah kerabat yang meninggal disimpan di dalam rumah dan diperlakukan layaknya masih hidup – diberi makan, dimandikan, bahkan kadang dibawa ke luar.

Menurut kepercayaan masyarakat Toraja, seseorang baru benar-benar meninggal setelah dilakukan upacara. Lusinan kerbau dan babi sengaja dikorbankan untuk “perayaan”  yang berlangsung sampai 11 hari ini di Negeri Mayat Hidup.

Kemudian, arak-arakan membawa jenazah tersebut menuju bukit batu, di mana peti mati mereka telah dipersiapkan. Bagi bayi yang meninggal sebelum tumbuh gigi, mereka akan dimakamkan di lubang-lubang khusus yang dipahat di batang pohon.

Bagian lain dari tradisi yang benar-benar langka ini adalah anggota keluarga yang masih hidup akan memandikan dan menggantikan pakaian sang jenazah setiap tahun lewat upacara Ma’Nene.

Dan tak berakhir sampai di situ, jenazah kemudian dibawa ke tempat di mana mereka meninggal lalu dibiarkan berjalan kembali ke bukit!

Patung-patung kayu dengan bentuk menyerupai sang jenazah lengkap dengan pakaian dan perhiasan diletakkan di lubang-lubang bukit. Masyarakat Toraja percaya bahwa patung-patung ini akan diisi oleh roh mereka yang telah meninggal supaya tetap bisa menjaga keluarganya.

Tana Toraja

Lokasi: Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Episentrum ‘Segitiga Bogor’ yang misterius Di Gunung Salak. Dari sekian banyak lokasi paling angker di Indonesia, Gunung Salak merupakan tempat yang telah menelan korban jiwa paling banyak hingga saat ini, termasuk diantaranya adalah tujuh kecelakaan pesawat yang terjadi secara misterius.

Meskipun tak setinggi gunung-gunung lain di Jawa, untuk menaklukkan gunung yang satu ini bukan perkara mudah, bahkan bagi pendaki berpengalaman sekalipun. Selain jalurnya yang berbahaya, danau dan gas beracun kerap memakan banyak korban tiap tahunnya.

Mereka yang berhasil selamat mengisahkan pengalaman ngeri mereka berjalan melingkar terus menerus tanpa henti selama berjam-jam tak tentu arah di tengah hutan lebat.

Kecelakaan pesawat terakhir di Gunung Salak terjadi pada tanggal 9 Mei 2012 ketika pesawat superjet milik Rusia yang sedang diuji coba mendadak hilang kontak dan menabrak tebing hingga hancur berkeping-keping. Tak satupun penumpangnya selamat.

Episentrum ‘Segitiga Bogor’ yang misterius Di Gunung Salak

Namun yang bikin aneh, semua anggota tim penyelamat mengaku mendapatkan mimpi yang sama. Yaitu didatangi oleh seorang wanita misterius yang menuntun mereka ke sebuah rumah yang dihuni wanita-wanita cantik.

Dan pada saat ekspedisi pencarian bangkai pesawat, tim penyelamat konon mendengar suara tangisan minta tolong dari seorang wanita. Namun setelah dicari ke sana ke mari, mereka tak menemukan siapa-siapa. Dan anehnya lagi, suara tangisan tersebut datang dari lokasi kecelakaan pesawat tersebut.

Ada juga kejadian yang apling menyeramkan di Gunung Salak. Pada saat melakukan pencarian pesawat tersebut, salah satu tim sar sempat meilihat sosok wanita yang berpakaian putih seperti baju penghantin dan seorang pria ganteng yang berpakaian rapi.

Dimana sosok tersebut terjadi pada malam hari sekitar pukul 20.40. Namun para tim sar tersebut menyampiri dan akhirnya sosok makhluk tersebut menghilang begitu saja.

Semua kejadian yang sudah dialami olah banyak orang pastinya sangat banyak juga korban-korban jiwa. Untuk itu selalu berwaspada kepada semua tindakan yang kita lakukan. Sekian dari kami semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Gunung Salak

Lokasi: Pasawahan, Cicurug, Sukabumi 43359.